Wednesday, 4 March 2009

Kembara ke bumi Andalusia : Granada-Alhambra II

Kembara di Alhambra bersambung lagi

Nampak macam manis je kan.. Tapi jangan tertipu dengan rupanya itu


Bandar Granada

Ketika di bandar ini aku lihat banyak daging salai peha khinzir tergantung dalam banyak kedai-kedai makan di Granada dan menurutnya.. ia sengaja di letakkan begitu untuk mengelakkan orang muslim masuk ke kedai berkenaan..

Malah di bandar inilah.. Suatu ketika dahulu umat islam telah dibunuh dengan kejam oleh pemerintah sepanyol pada ketika itu..

University of Granada

Aiskrim yang terukir cantik.. Cam sedap je kan ;)

Deretan kedai cenderamata

Berhampiran Plaza Nueva



Sebuah catatan tentang sejarah islam di Granada yang aku temui melalui carian google

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.

Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.

Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.

Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.

Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.

Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.

Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).


Begitulah bermulanya April fool yang dulunya sering disambut oleh mereka dengan tujuan untuk bergurau senda tanpa mengetahui tujuan asal ia disambut..

Namun semasa di Granada juga mudah mendapatkan makanan halal terutama di sekitar Plaza Nueva.

Sebab itulah kembara ini aku namakan sebuah kembara yang penuh keinsafan ;)

9 comments:

Tijah said...

tuuudiah. posing ala2 jijah spa-Q xdo ko? hehehe

kakpah said...

sebab tu lah orang kata jauh perjalanan luas pengalaman. Banyak pengetahuan yang boleh kita kutip dari pengembaraan kita. kalau lah den ado duit berkepuk-kepuk, lamo dah den koliling dunio kehkeh..

fa10 said...

salam ina,
baru tahu ceritanya..info menarik. suka jenguk blog ina..gmbr cantik2

one love said...

bestnya jengjalan ha!!!

menjeles aku nih :(

SRISUFI said...

akak..wahhh...tak terkata dah nih.jelous...

hehe..kisah perjalanan akak mmg info yg bagus buat sri

terima kasih kak.

=)


**terima kasih joined PLURK.mari aktifkn PLURK.

fazemy said...

wahhh bestnya dpt smpai ke bumi andalusia. bertuahnya badan. salam kenal.

Mak Su said...

dgr cerita, sekarang ler, org yang mendiami sepanyol benci sungguh dengan perkataan Islam. iya ker?

julietchun said...

ko saje tjk gmbr kedai cenderamata tu sbb sbnrnya ko nak ckp ko ada beli sesuatu utk ku, kataku dgn konpidennya,hahahaha. apasal limau tu dorang tanam, hiasan ke? Aku tak phm lagi nih.

iina said...

Tijah

Nan ado lah.. aku belum abis glamour lagik ;)

Kak Pah

Ado lah tuh duit yo.. insyallah kak musti berangan2 dulu kak ;)

fa10

Thanks ya.. harap enjoy dengan cerita ceriti saya ya ;)

Sri

Sila ler jeles hehehehe.. buat pengkongsian bersama kan :) Plurk tgh nak study fiturnya sis ;)

fazemy

Alhamdullilah berpeluang saya kali ini.. sama2 berkongsi pengalaman kan

Mak Su

maybe kot.. tapi sepanjang kat sana alhamdullilah takdelah insiden yang bukan2 kami lalui.. semuanya so far berjalan dengan baik dan lancar ;)

Juliet

Yelah aku tau ko teringin.. Aku rasa diorg tanam pokok limau tuh buat perhiasan kot.. sebab hampir semua bandar aku pergi mmg ada pokok limau tuh.. berderet2 diorg tanam kat bandar.. dan mmg takde sapa nak makan sebab masam.. camna aku tau?? sebab kitaorg tanya pada tourist infomation centre kat cordoba.. siap tanya boleh petik tak.. dia kata petiklah sebab takde sapa nak makan pun wakakakah..

Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin